ANGKRINGAN SEMAR

Logo

Tim 30B

Detail Tim dan Anggota Tim

Dosen Pembimbing Lapangan 0002057812 - Hajan Hidayat, S.Psi, M.M
Ketua Tim 4211911030 - AGUS SUSANTO
Anggota 3112101086 - Wahyu Firmansyah
Anggota 4132001004 - SYAHRIZA ADZKIA LUBIS
Anggota 4211911020 - VALENTINA BR TAMPUBOLON
Anggota 4211911024 - A\'INA SWARA TAZKIA ANNISA

Deskripsi

Bisnis kuliner tergolong bisnis yang mudah dilakukan karena hanya menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman yang dijual melalui tahap promosi. Kuliner sendiri merupakan suatu bisnis yang dapat dikatakan tidak ada matinya, karena makanan menjadi kebutuhan pokok setiap orang. Potensi yang besar menjadi salah satu dari sekian ragam alasan kuliner dapat dipilih untuk ditekuni. karena memiliki pasar bisnis yang begitu luas, potensi membuka cabang begitu besar, strategi marketing yang mudah untuk dilakukan, serta memiliki margin keuntungan yang lebih besar. Angkringan berasal dari bahasa Jawa, yaitu “angkring” yang artinya adalah alat dan tempat jualan makanan keliling. Salah satu menu yang paling popular adalah nasi kucing. Nasi kucing memiliki arti ‘nasi untuk kucing’. Karena porsinya yang sedikit seperti makanan yang diberikan pada kucing. Bukan hanya itu, nasi kucing sengaja dibuat dengan porsi sedikit untuk menyesuaikan kemampuan beli rakyat biasa pada zaman dahulu. Nasi kucing adalah kuliner yang didalamnya terdapat nasi dan lauk pauk, lauknya bisa berupa orek tempe, telur balado, sambal goreng kentang ati, dan lain sebagainya. Biasanya orang akan membeli 2-3 nasi kucing untuk memenuhi porsi makan normal. Tak hanya nasi kucing, ada beragam jenis sate yang juga menjadi makanan kesukaan yang banyak dicoba oleh pembeli. UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Dampak pandemi COVID-19 telah menggoyahkan perekonomian keluarga dalam lingkup sederhana dan perekonomian negara dalam lingkup lebih luas. Disaat ekonomi negara terganggu karena pandemi COVID-19, UMKM lah yang berperan penting untuk menstabilkan kondisi. Data di tahun 2018, UMKM tercatat telah menyumbang sebanyak 60,34% produk domestik bruto (PDB) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Video Demo / Trailer

Dokumentasi

Tidak ada data yang ditemukan !